Idul Khatmi Regional Ke-225 dan Haul KH. Badri Mashduqi di Besuki Situbondo

Dari Kiri KH. Moh Muzayyan Badri, KH. Moh Jaiz Badri dan Habib Ja'far bin Ali Baharun

BERSAMA HABIB JA’FAR BIN ALI ALBAHARUN PUTRA-PUTRI KH.BADRI MASHDUQI DALAM ACARA IDUL KHATMI REGIONAL KE-225 SAYYID AS-SYAIKH AHMAD BIN MUHAMMAD AT-TIJANI RA. DAN HAUL KH.BADRI MASHDUQI KE-16

Acara Idul Khatmi Regional ke-225 Sayyid as-Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani RA. dan Haul Almarhum KH.Badri Mashduqi ke- 16 berlangsung di Besuki Situbondo kemarin (Ahad, 1 April 2018). Acara ini menjadikan suasana jamaah Tijaniyah dan para muhibbin di arena sekitar acara penuh khusyuk. Ditambah dengan pengajian serta gema seni hadrah yang cukup meriah.

Hadir dalam acara ini, Habib Ja’far bin Ali al-Baharun yang duduk berdampingan dengan Lora Muzayyan Badri dan KH.Moh. Jaiz Badri. Sangat terasa sekali, kehangatan Habib Ja’far dengan putra-putra Almarhum KH.Badri Mashduqi. Ketika Habib Ja’far duduk bersama Lora Muzayyan Badri, sesekali Habib menyampaikan sesuatu kepada Lora Muzayyan. Terlihat di hadapan hadirin Habib Ja’far sempat memegang pundak Lora Muzayyan seraya beliau tersenyum penuh kekeluargaan. Begitu juga dengan KH.Moh.Jaiz Badri dan KH.Tauhidullah Badri, Habib Ja’far terasa penuh kekeluargaan.

Menjelang maghrib, rombongan dari berbagai daerah di Jawa Timur ini sudah bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib. Sewaktu penulis menanyakan kepada di antara panitia Idul Khatmi di tempat acara, bahwa banyaknya jamaah berkisar antara 700 sampai 1000-an. Hal demikian menunjukkan bahwa jamaah yang hadir dalam setiap tahunnya semakin bertambah dan berkembang cukup pesat.

Sewaktu terdengar kumandang adzan maghrib, para jamaah atau ikhwan-akhawat Tijani dan para Muhibbin mulai mengatur shaf untuk segera melaksanakan shalat maghrib. Bagi yang belum berwudlu,’ para jamaah secepat mungkin mengambil wudlu.’ Dan yang menjadi imam shalat maghrib adalah Habib Ja’far Ali Baharun (Muqaddam dari Brani, Maron-Probolinggo), dilanjutkan wirid dan doa. Baru kemudian dimulai pembacaan Wadzifah yang dipimpin langsung oleh KH.Moh. Jaiz Badri. Berikutnya pembacaan doa usai Wadzhifah dibacakan oleh Habib Ja’far. Dan setelah itu dilaksanakan shalat isya’ berjamaah dan yang menjadi imam shalat ini, KH.Moh.Jaiz Badri. Beberapa menit berikutnya diteruskan acara pengajian dan manaqiban Syaikh Ahmad at-Tijani dengan diiringi seni Hadrah Badridduja yang berkolaborasi dengan hadrah Jetis Besuki Situbondo. Sebagai MC dalam acara ini, Ustadz Mastur Zaini dari Bondowoso. Sementara yang menjadi Qori atau pembaca Al-Qur’an adalah Ustadz Mustofa Kamal dari Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo.

Acara Idul Khatmi Regional ke-225 Sayyid as-Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani RA. dan Haul KH.Badri Mashduqi ke-16 ini mengambil tempat di Aula SMA Negeri 1 Besuki Situbondo (selatan Alun-Alun Besuki-Situbondo). Tempat acara yang biasa ditempati dalam setiap tahunnya, yakni di Masjid Jami’ Baitur Rahman, Alun-Alun Besuki. Namun karena Masjid tersebut dalam perbaikan (sedang direhab) sehingga tempat acara ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Besuki Situbondo.

Hadir dalam acara ini, selain Habib Ja’far, KH.Moh.Jaiz Badri, KH.Mohammad Muzayyan Badri, KH.Tauhidullah Badri, seperti juga hadir, Nyai Hj. Shofiyah Badri (Muqaddamah dari Brumbungan Gending Probolinggo), Habib Mustofa al-Khairij (teman sepondok KH.Badri Mashduqi sewaktu di Pesantren Nurul Jadid Paiton) dari Desa Rawan Besuki, Kiai Haris bin Abdul Hamid (Muqaddam dari Lumajang), Kiai Fadlil (Muqaddam dari Jember), Kapolres Situbondo. Terlihat juga, cucu Alm.KH.Badri Mashduqi, seperti Gus Dhani (putra Nyai Zulfa Badri) dan Gus Ilman (putra Nyai Shofiyah Badri). Sementara KH.Mustofa Qutbi Badri, MA. tidak bisa menghadirinya—seperti disampaikan oleh KH.Tauhidullah Badri sewaktu mengisi sambutannya atas nama Keluarga Besar Alm.KH.Badri Mashduqi—bahwa KH.Mustofa Qutbi Badri, MA. secara bersamaan menghadiri acara di Pasuruan yang telah terjadwal sebelumnya.

Dalam ceramah Habib Ja’far diawali dengan penyampaian sejarah masuknya Tarekat Tijani di Indonesia sampai perkembangannya. Selanjutnya, Habib menyampaikan kiprah Kiai Badri di Tarekat Tijani. Menurut Habib bahwa KH.Badri Mashduqi punya peran penting dalam mengembangkan Tarekat Tijaniyah, di antaranya, mengangkat (membaiat) para Muqaddam dan Muqaddamah di berbagai daerah. Begitu juga dengan lambang Tarekat Tijaniyah di Indonesia, menurut Habib, pembuatnya adalah KH.Badri Mashduqi, KH.Fauzan dan KH.Mukhlas serta KH.Umar Baidlowi.

Kedekatan dan keakraban Habib dengan Kiai Badri, “Saya bersama KH.Badri Mashduqi ketika Tarekat Tijaniyah banyak mendapat tentangan yang berat. Saya juga mengisi acara di pulau Madura, mewakili Kiai Badri.”

Jadi sangatlah wajar, apabila antar-Abna (putra-putri) Almarhum KH.Badri Mashduqi seperti keluarga sendiri karena pada masanya, Almarhum KH.Badri Mashduqi bersama Habib Ja’far adalah sahabat perjuangan dalam pengembangan Tarekat Tijaniyah. Dalam ceramahnya, Habib Ja’far menyatakan bahwa Tarekat Tijaniyah semakin banyak diminati dan berkembang.

Situbondo, 1 April 2018

 

Penulis : Saifullah

Publisher : Sanusi Wardana

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*