IRTIBATH DAN KEHORMATAN SANG GURU

KH. Musthofa Quthbi Badri

IRTIBATH & KEHORMATAN SANG GURU

Menjaganya seseorang terhadap kehormatan gurunya sangatlah penting adanya, karna tanpa adanya penjagaan kehormatan tersebut akan menjadi tanggung jawab yang berat kelak diakherat, dikarenakan tidak memiliki sesuatu kebangga’an dihadapan sang guru.

Dan perlu disadari oleh para murid, bahwa didalam menjaga kehormatan sang guru, tentunya banyak hambatan dan rintangan yang bakal dihadapi oleh seorang murid, baik dari segi ekonomi, keluarga, sosial dan bahkan politik sekalipun akan dialaminya, namun jika murid tetap pada pendiriannya didalam membela dan menjaga kehormatan sang guru karna berdasarkan “irtibath” (hubungan emosional) yang dijalaninya, niscaya murid tidak akan tergoda dan terpesona sedikitpun akan hal-hal yang bersifat duniawi yang ditawarkan guna merusak kehormatan gurunya.

Adanya “irtibath” (hubungan emosional) guru dan murid sangatlah penting didalam segala hal, walau bagaimanapun keadaan dan tingkah laku murid, jika ia tetap menjaga kehormatan dan irtibhat tsb, dia akan memiliki keberkahan didalam hidupnya & akan memudahkan sang guru didalam menebarkan dan memperjuangkan kebaikan bahkan ajaran agamanya, hal itu tercatat dalam perjuangan Rasulullah SAW dan Sahabat2 Nya yang notabenenya adalah murid daripada Rasulullah SAW, dimana salah satu keberhasilan penyebaran agamanya adalah dikarenakan adanya “irtibath” yang sangat kuat dari Sahabat-sahabat Bliau SAW, dan hal itu bisa diliat dari ceritanya sahabat Nu’aiman, se jail apapun bliau, sampai banyak sahabat mengadu kepada Rasul akan tingkah lakunya, namun Rasulullah SAW menjawab para sahabat tsb dg sabda bliau yg mulya ” biarkanlah Nu’aiman seperti itu, selama hatinya menyambung dan masih kuat imannya kepadaku & kepada Allah SWT “.

Berbeda terbalik dg cerita seorang sahabat yg bernama Sa’ad bin Khaulah, dia kembali berbalik arah, tidak mau hijrah ke Madinah mengikuti perintah Rasulullah dikarenakan rasa kekwatiran yg berlebihan terhadap harta dan kluarganya, akhirnya diapun meninggal dunia dalam keadaan su’ul khotimah di kota Makkah dibawah kepemipinan orang-orang kafir Makkah, hal tsb diperoleh karena dia tidak bisa menjalin “irtibath” dan menjaga akan kehormatan dari perintah Rasulullah SAW.

Dengan adanya pembahasan tsb, sangatlah penting bagi setiap murid untuk tetap selalu menjalin “irtibath” & menjaga kehormatan sang guru, agar murid senantiasa bisa menjadi murid seutuhnya, tidak hanya bisa membanggakan guru didunia namun juga di akheratnya.

Seorang pepatah mengatakan
” SEORANG GURU TIDAK AKAN BAHAGIA JIKA DIA DIBANGGAKAN MURIDNYA..
NAMUN SEORANG GURU AKAN BAHAGIA JIKA DIA MEMBANGGAKAN MURIDNYA”.

Wallahu A’lam bissowab…(fm).

(Sumber dari ceramah KH. Musthofa Qutbhi Badri)

 

Publisher : Sanusi Wardana

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*